Dua hari setelah kecelakaan itu, kondisi Leon sudah jauh lebih baik. Luka kecil di dahinya masih tertutup perban, begitu juga memar di lengannya. Namun secara keseluruhan ia sudah bisa beraktivitas seperti biasa.Tentu saja, Alena tetap mengawasinya. Terlalu mengawasi, bahkan."Jangan angkat itu."Leon yang baru saja hendak mengambil tas kerjanya langsung berhenti."Ini ringan.""Katanya dokter harus istirahat.""Aku cuma mau membawanya.""Enggak boleh."Leon menatap istrinya beberapa detik."Sayang.""Apa?""Aku CEO, bukan pasien rumah sakit lagi."Alena melipat tangan di dada."Justru karena kamu CEO, kamu harusnya bisa mengikuti aturan."Leon tertawa kecil."Baiklah."Ia meletakkan kembali tas itu. Ibu Alena yang melihat dari ruang makan langsung tertawa."Sudah, Leon. Jangan melawan. Kalau Alena sudah begitu, Ibu juga enggak berani."Leon menoleh."Ibu malah membiarkan saya dikerjai.""Siapa suruh bikin anak Ibu menangis?"Leon langsung diam. Alena menatap ibunya."Bu..."Ibu Alen
อ่านเพิ่มเติม