Pagi itu, setelah Alena berangkat bersama Leon, Bu Rina baru saja selesai membereskan meja makan ketika terdengar suara pagar dibuka."Bu Rina!"Bu Rina yang sedang membawa beberapa piring langsung menoleh."Bu Siti?"Bu Siti berjalan masuk sambil membawa sebuah kotak kue yang cukup besar."Ini saya bawakan kue.""Wah, terima kasih."Bu Rina menerima kotak tersebut. Namun bukannya langsung pulang, Bu Siti malah mengikuti Bu Rina masuk ke ruang tamu. Bu Rina mulai merasa ada sesuatu."Bu Siti mau minum?""Boleh."Bu Rina tersenyum. Iasudah tahu. Kalau Bu Siti hanya ingin mengantar kue, seharusnya dari tadi sudah pulang.Beberapa saat kemudian, teh sudah tersedia di meja. Bu Siti menyeruput minumannya, lalu bertanya dengan nada santai."Bu Rina.""Hm?""Itu tadi yang menjemput Alena siapa?"Bu Rina tersenyum."Leon.""Oh..."Bu Siti mengangguk-angguk."Jadi benar?""Benar apa?""Yang katanya calon suaminya itu?"Bu Rina mengangguk."Iya."Mata Bu Siti langsung berbinar."Astaga, benar-b
Read more