Pagi pertama setelah kembali dari Paris terasa sedikit berbeda bagi Alena.Tidak ada jadwal jalan-jalan.Tidak ada koper yang harus dibawa.Tidak ada pemandangan Menara Eiffel dari jendela hotel.Yang ada hanya dirinya, Leon, dan sebuah dapur yang sejak pagi sudah membuatnya berpikir keras.Alena berdiri di depan kompor dengan rambut yang diikat seadanya. Di atas meja sudah tersedia telur, roti, dan beberapa bahan makanan.“Seharusnya membuat sarapan itu gampang,” gumamnya.Dia memecahkan telur ke dalam mangkuk. Satu telur masuk dengan sempurna. Telur kedua juga. Telur ketiga...Pluk!Cangkangnya ikut masuk. Alena menghela napas.“Tidak apa-apa. Tinggal diambil.”Dia mengambil kulit telur itu, lalu mengocoknya. Beberapa menit kemudian, aroma telur goreng memenuhi dapur.Leon muncul dari kamar setelah selesai mandi. Begitu melihat istrinya berdiri di depan kompor, dia tersenyum.“Selamat pagi, sayang.”Alena menoleh.“Pagi.”Leon mendekat.“Kamu sedang apa?”“Bikin sarapan.”Leon melih
Read more