Dua minggu setelah Seraphine de Montclair resmi menginjakkan kaki di Kastil Montclair, tempat itu tak lagi sama. Perubahan itu tidak datang dengan gemuruh atau perintah keras. Tidak ada teriakan, tidak ada ancaman. Perubahan itu datang seperti embun pagi—pelan, pasti, dan ketika orang-orang menyadarinya, segalanya sudah berbeda. Kastil Montclair sejak lama dikenal sebagai benteng militer yang efisien, bukan kediaman bangsawan yang menyenangkan. Dindingnya kokoh, lorong-lorongnya panjang dan dingin, dan setiap ruangan seolah dirancang untuk bertahan dari pengepungan, bukan untuk hidup. Para prajurit merasa aman di sana, tetapi para pelayan bekerja dengan wajah tegang, seakan setiap langkah mereka diawasi oleh disiplin yang tak terlihat. Seraphine melihat semua itu pada hari-hari pertamanya—dan ia tidak mengeluh. Ia hanya mulai bekerja. Pagi itu, matahari baru saja naik ketika Seraphine sudah duduk di ruang administrasi kastil, sebuah ruangan yang jarang dikunjungi selain untuk men
Last Updated : 2026-05-11 Read more