FAZER LOGINDi Kerajaan Montreval pada abad ke-15, Lady Seraphine de Nocteviel, putri Duke Nocteviel yang termasyhur, tumbuh sebagai wanita bangsawan yang cerdas, anggun, tajam lidah, dan memiliki harga diri tinggi. Ia dikenal sebagai wanita tercantik di kerajaan, namun kecantikannya tidak pernah melampaui kecerdasannya. Demi stabilitas keluarga dan kehormatan, Seraphine dijodohkan dengan Lieutenant Luc Bastien de Montclair, seorang jenderal muda berbakat, dingin, karismatik, dan dielu-elukan karena prestasi militernya. Namun pernikahan ini dimulai tanpa cinta. Di medan perang, jauh dari istana, Luc terjerumus dalam hubungan terlarang dengan Lady Mireille d'Aubigny, bangsawan wanita yang memanfaatkan kesepian dan ego Luc. Perselingkuhan itu menjadi luka besar-bukan hanya bagi Seraphine, tetapi juga bagi Luc sendiri ketika ia menyadari bahwa wanita yang ia abaikan justru adalah satu-satunya yang tidak pernah mengkhianatinya.
Ver maisDua minggu setelah Seraphine de Montclair resmi menginjakkan kaki di Kastil Montclair, tempat itu tak lagi sama. Perubahan itu tidak datang dengan gemuruh atau perintah keras. Tidak ada teriakan, tidak ada ancaman. Perubahan itu datang seperti embun pagi—pelan, pasti, dan ketika orang-orang menyadarinya, segalanya sudah berbeda. Kastil Montclair sejak lama dikenal sebagai benteng militer yang efisien, bukan kediaman bangsawan yang menyenangkan. Dindingnya kokoh, lorong-lorongnya panjang dan dingin, dan setiap ruangan seolah dirancang untuk bertahan dari pengepungan, bukan untuk hidup. Para prajurit merasa aman di sana, tetapi para pelayan bekerja dengan wajah tegang, seakan setiap langkah mereka diawasi oleh disiplin yang tak terlihat. Seraphine melihat semua itu pada hari-hari pertamanya—dan ia tidak mengeluh. Ia hanya mulai bekerja. Pagi itu, matahari baru saja naik ketika Seraphine sudah duduk di ruang administrasi kastil, sebuah ruangan yang jarang dikunjungi selain untuk men
Pagi pertama setelah pernikahan selalu terasa berbeda, bahkan bagi mereka yang tidak percaya pada makna romantisnya. Bagi Kerajaan Montreval, pagi itu adalah tanda bahwa satu ikatan politik telah sah sepenuhnya—bukan hanya oleh doa gereja dan restu raja, melainkan oleh tradisi yang tak tertulis namun dijaga dengan ketat. Lonceng gereja berdentang seperti biasa, para pelayan melanjutkan rutinitas, dan istana kembali bernapas normal, seolah tidak ada yang berubah. Namun bagi Luc Bastien de Montclair dan Seraphine de Nocteviel, pagi itu adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih rumit daripada sekadar status baru. Cahaya matahari menyelinap melalui jendela kamar pengantin, memantul pada lantai batu dan permadani tua. Udara masih menyisakan hangat dari perapian yang padam semalam. Seraphine berdiri di dekat jendela, rambutnya terurai longgar, mengenakan gaun pagi berwarna kelabu pucat—sederhana, tanpa perhiasan berlebihan. Luc mengamatinya dari kejauhan, dari sudut ruangan tempat ia sed
Kepulangan dari perang selalu disambut dengan dua hal di Montreval: lonceng kemenangan dan keputusan yang tidak Lieutenant Luc Bastien De Montclair kembali ke ibu kota pada pagi yang dingin, ketika kabut masih menggantung rendah di atas menara-menara batu dan bendera kerajaan berkibar lesu, seolah ikut menimbang beban hari itu. Kuda-kuda perang berderap pelan melewati gerbang, besi tapal mereka memecah keheningan dengan ritme yang dikenal Luc sejak ia belajar berjalan di barak. Ia menurunkan tubuh dari pelana tanpa upacara berlebihan. Para prajurit memberi hormat; beberapa tersenyum lega, yang lain menyimpan lelah di mata mereka. Luc membalas singkat—sebuah anggukan yang berarti cukup. Perang kecil di timur telah ditundukkan. Laporan akan diserahkan. Luka akan dihitung. Namun ada satu hal yang tidak bisa ditunda oleh laporan apa pun. Pernikahan. Istana Montreval sudah bersiap sejak fajar. Karpet merah dibentangkan di aula, lilin-lilin disusun dalam barisan rapi, dan lonceng gerej
Luc Bastien de Montclair tidak pernah percaya pada kesan pertama. Di medan perang, kesan pertama adalah kebohongan paling berbahaya. Asap, darah, teriakan—semua bisa menipu. Yang bertahan hidup adalah mereka yang menunggu, mengamati, lalu memutuskan dengan kepala dingin. Dan itulah sebabnya, saat Raja Montreval menyebut namanya di balai istana, Luc tidak merasa gugup. Ia hanya merasa... terganggu. Pertunangan. Sebuah kata yang tidak pernah ia rencanakan masuk ke dalam hidupnya—setidaknya bukan sekarang. Atau mungkin tidak pernah sama sekali. Luc berdiri tegak di barisan perwira, mengenakan seragam militer hitam dengan aksen perak. Bekas luka tipis di rahangnya—hadiah dari pertempuran di perbatasan utara—masih samar terlihat. Banyak bangsawan memandangnya dengan kagum, sebagian dengan takut. Ia terbiasa dengan itu. Yang tidak biasa adalah tatapan dari seorang wanita. Saat ia melangkah maju dan pandangannya bertemu dengan Lady Seraphine de Nocteviel, Luc langsung tahu satu hal:












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.