Angin fajar yang membekukan tulang berhembus kencang di ujung tebing Jurang Dunia Hampa. Di bawah langit yang masih diselimuti awan kelam, Elloist jatuh berlutut, mencengkram dadanya yang berdenyut brutal.Empat benang astral di dalam jantungnya menyala merah darah, memancarkan teror kematian dari arah yang saling berlawanan.Sepuluh detik.Waktu seakan melambat, namun terasa mencekik lehernya tanpa ampun.Di barat, Thomas terkapar tanpa daya di bawah bayang-bayang pedang beracun seratus pembunuh bayaran.Di selatan, Alexander, Marcus, dan Anand tengah meregang nyawa di dalam labirin yang runtuh, memaksakan portal dimensi yang siap mencabik-cabik tubuh mereka menjadi serpihan atom.'Aku tidak bisa memilih! Bagaimana aku bisa memilih?!' jerit Elloist di dalam hatinya, air mata keputusasaan jatuh berderai membasahi tanah gersang di bawah lututnya.Jika ia menyelamatkan Alexander, Marcus, dan Anand, maka kepala Thomas
Read more