Di dalam dimensi Cermin Ketakutan Absolut, udara yang tadinya dipenuhi bau anyir darah dan keputusasaan perlahan mulai bergetar.Tabib Anand berdiri tegak. Dada bidang pria bersuku rusa itu mengembang, membusungkan tekad yang telah dibakar kembali oleh kehangatan Bulu Emas Phoenix di balik jubahnya.Ketakutan akan amnesia sang istri, ketakutan akan hilangnya kekuatan sukunya, semuanya ia telan bulat-bulat."Kau pikir bisa melawan takdirmu, Rusa Lemah?" ejek Malazir, iblis bertopeng tengkorak bermata biru es itu melayang mendekat.Tongkat tulangnya diayunkan, bersiap menghancurkan sisa-sisa akal sehat Anand. "Jiwamu sudah hancur! Menyerahlah pada kegilaan!"Namun, Tabib Anand tidak menjawab dengan kata-kata. Pria berparas lembut itu memejamkan kedua matanya, memusatkan seluruh sisa mana suci di intisari jiwanya.Bibir sang tabib perlahan terbuka, dan sebuah nada tunggal mengalun membelah dimensi kutukan tersebut.
Read more