Bola energi kehancuran absolut yang berpusar di wajah lubang hitam Sang Raja Ketiadaan Abadi terus membesar dengan rakus.Ukurannya kini menutupi separuh langit fajar, menyedot cahaya, suara, dan bahkan gravitasi di sekitarnya.Udara di Hutan Kabut Asap terasa seperti ditarik ke dalam ruang hampa yang mematikan, membuat pepohonan raksasa yang telah mati tercabut dari akarnya dan melayang tersedot ke dalam pusaran kelam tersebut.Di bawah bayang-bayang kiamat yang kian mendekat itu, Pangeran Alexander, Jenderal Marcus, Thomas, dan Tabib Anand berdiri dengan napas yang putus-putus.Baju zirah kebanggaan mereka telah hancur berantakan, darah segar mengalir dari luka-luka menganga di sekujur tubuh, dan batas mana spiritual mereka telah menyentuh angka kritis terbawah."Perisai emasku ... tidak akan sanggup menahan radiasi dari ledakan itu," rintih Anand.Tangan pria bersuku rusa itu bergetar hebat saat memaksakan sisa-sisa energ
Read more