Usai menghabiskan sarapan, Ethan mengajak Sarah melangkah ke area kebun belakang kediaman yang diselimuti salju putih tebal.Di sana, berdiri sebatang pohon apel legendaris. Pohon yang tetap berbuah lebat dengan warna merah menyala meski hawa dingin menyengat."Sangat cantik, ajaib, dan... seksi!" gumam Sarah seraya memetik sebuah apel merah menyala yang menjuntai di ujung dahan tanpa dedaunan."Seksi?" cetus Ethan dengan suara sedikit serak dan bibir menahan tawa, berdiri tepat di belakang punggung Sarah.Sarah menoleh melirik lelakinya itu, lalu bibirnya tersenyum. Setelah mengelap salju yang menempel di permukaan apel dengan telapak tangannya, ia menggigitnya pelan."Ya, warna merahnya sangat seksi, bukan? Diselimuti salju yang memutih, jadi teringat dongeng Putri Salju," ucap Sarah setelah menelan kunyahan apel di mulutnya.Ethan mendaratkan kecupan hangat di kening Sarah, seolah itu sudah menjadi kebiasaan alami yang kian sering ia lakukan. "Lihat, sudah ada putik baru yang tumbu
Read more