“Dia sudah pergi!” batin Catriona lega, melirik ke arah pintu tempat Dayana baru saja menghilang.Begitu memastikan wanita itu benar-benar sudah meninggalkan area latihan, Catriona segera melepaskan tautan bibirnya dari Dominic.Namun, baru saja wajah mereka berjarak beberapa sentimeter, Dominic kembali mendekat. Seolah belum rela mengakhiri ciuman mereka.Catriona refleks memundurkan kepalanya.“Cukup. Dramanya sudah selesai, Dominic!” seru Catriona, seketika kembali ke mode cueknya.Dominic terdiam sesaat.Wajahnya jelas menunjukkan ketidakpuasan. Padahal, ia sedang menikmati perlakuan istimewa dari istrinya. Terlebih, beberapa saat lalu Catriona menunjukkan sisi posesifnya dengan begitu terang-terangan.Dominic bahkan menyukainya.“Aku sangat suka saat kamu cemburu seperti tadi, Honey,” ucap Dominic santai.Catriona langsung menoleh tajam.“Aku hanya memberi pelajaran kepada Dayana agar dia tidak terlalu sombong dan percaya diri. Dia bahkan mengatakan paling tahu tentang dirimu.”N
Read more