LOGIN"Bayar hutang ayahmu dengan tubuhmu, sampai aku puas dan bosan menyentuhmu!" Malam reuni para pewaris miliarder mempertemukan Catriona Wilson dengan Dominic Jackson, hidup Catriona berubah total. Si cupu berkacamata itu kini menjelma menjadi mafia terganas bernama Black Jack. Catriona yang arogan dan angkuh, harus rela menandatangani pernikahan kontrak, tunduk, dan menjadi milik Dominic demi menebus hutang ayahnya yang mencapai puluhan triliun. Saat kebencian berubah jadi candu, dan masa lalu kelam perlahan terkuak, siapa yang akan bertahan, sang wanita arogan atau sang boss mafia? Atau keduanya saling bertahan?
View MoreCatriona tiba di rumah sakit bersama Emely dengan napas memburu. Begitu mendengar dari resepsionis bahwa Derren baru saja dipindahkan ke kamar inap VIP, jantung Catriona yang sejak tadi berdegup liar akhirnya sedikit mereda. Tanpa menunggu lebih lama, ia langsung berlari kecil menuju lorong panjang rumah sakit, meninggalkan Emely yang tertinggal jauh di belakangnya.“Caty!” seru Emely dengan suara terengah-engah. Namun Catriona tak menoleh. Satu-satunya hal yang ada di pikirannya hanyalah memastikan Derren masih hidup.SRET!Pintu kamar VVIP terbuka lebar.“Derren!” teriak Catriona khawatir.Di atas ranjang, Derren tengah bersandar sambil menonton televisi. Ia tampak babak belur, lehernya dipasangi penyangga. Belum sempat Derren bereaksi, Catriona sudah lebih dulu memeluk tubuhnya dari samping dengan erat, seolah takut pria itu pergi untuk selamanya.DEG.Derren terpaku. Jantungnya seakan berhenti berdetak selama beberapa detik sebelum akhirnya satu tangannya terangkat membalas peluka
Dokter Frans akhirnya tiba di ruangan. Dominic dan Derren duduk di sofa panjang yang sama, namun Mark sengaja duduk di antara mereka, menjadi pemisah sekaligus benteng. Tidak ada sepatah kata pun terucap sejak baku hantam tadi. Hanya terdengar desis kesakitan dari bibir mereka berdua—terutama Derren, yang jelas menderita luka lebih parah. Mark sendiri tetap diam, waspada, siap jika sewaktu-waktu keributan kembali pecah.“Selamat malam, Tuan,” sapa Dokter Frans begitu memasuki ruangan bersama dua suster berpakaian mini yang mencolok. Begitu melihat kondisi wajah Dominic dan Derren, ekspresinya langsung berubah kaget. Ia bergegas mendekati Dominic lebih dulu. “Tuan, apa yang terjadi? Mengapa luka di wajah Anda begitu parah?”“Jangan banyak tanya. Obati saja Tuan Dominic,” potong Mark tegas.Dokter Frans segera memerintahkan kedua suster memeriksa tekanan darah Dominic dan Derren. Kedua suster tampak antusias, bahkan terlalu antusias, karena bisa berada sedekat itu dengan dua pria berpen
Mobil yang dikendarai Derren berhenti di apartemen Emely. Ia mengantarkan Catriona pulang setelah suasana hatinya kembali membaik."Aku harap, setelah ini kamu tidak lagi bersedih!" ucap Derren tulus pada Catriona yang bersandar lelah di kursi.Catriona mengangguk lemah. "Terima kasih banyak, Derren. Aku tidak tahu bagaimana caranya membalas semua kebaikanmu." ucapnya."Tidak perlu membalas apa pun, cukup kau tersenyum dan arogan seperti biasanya." ucap Derren dengan sedikit candaan agar Catriona kembali tersenyum.Benar saja, senyum Catriona kembali merekah di bibir mungilnya. Bisa melihat senyum Catriona kembali, Derren pun ikut merasakan bahagia."Cepat masuk dan istirahatlah!" suruh Derren lembut."Sekali lagi, terima kasih Derren!" ucap Catriona merasa berhutang budi. Meski sejuta kata terima kasih tidak akan pernah cukup untuk menebus.Derren mengangguk singkat sambil tersenyum.Catriona membuka pintu mobilnya. Satu kakinya sudah turun dan menapak. Akan tetapi tiba-tiba ia berhe
“Ada apa Derren?” tanya Catriona penasaran. Ia melepaskan pelukannya dari tubuh Derren, namun tanpa sadar tidak mengubah posisi tubuhnya. Salah satu lututnya masih menumpu di paha Derren. Tatapannya penuh tanda tanya, menunggu jawaban.“A-ku kesakitan!” keluh Derren, menahan rasa ngilu yang menjalar.Panik seketika menyergap Catriona. “Apa yang sakit?” Ia mengamati tubuh Derren dengan cermat, seolah memeriksa satu per satu, takut ada sesuatu yang benar-benar serius.“Kau menekan milikku dengan lututmu!” ucap Derren meringis, suaranya tertahan antara sakit dan kesal.Sontak Catriona menunduk. Wajahnya langsung memanas saat menyadari apa yang terjadi. Ia berdiri cepat dan menjauhkan tubuhnya. “Ma-maaf Derren, aku tidak sengaja. Aku tadi terlalu bersemangat dan kegirangan!” ucapnya tulus, benar-benar merasa bersalah. Kepalanya ia palingkan, malu bukan main.Catriona sama sekali tak menyadari bahwa saat melonjak kegirangan tadi, lututnya mendarat tepat di atas pusaka Derren.“Kau ingin me






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.