“Kau sangat keren!” puji Emely penuh kagum, matanya berbinar saat melihat Catriona melangkah keluar dari privat room dengan aura dingin namun memesona, bangga dan tanpa rasa bersalah. Catriona hanya menyunggingkan senyum tipis, senyum yang tak pernah benar-benar hangat, tapi justru memancarkan elegansi dan keangkuhan yang tak tersentuh. “Temani aku minum. Untuk merayakan kemenanganku malam ini,” ajaknya ringan, namun aura perintahnya tak bisa disangkal. “Tidak untuk minum!” Emely menolak cepat, tahu betul bahwa Catriona tak pernah menyentuh alkohol. Dia tahu, Catriona bukan tipe yang mabuk. Dia tipe yang membuat orang lain mabuk karena kehadirannya. “Jangan membuatku marah.” desis Catriona pelan, tapi sorot matanya tajam, menyimpan badai yang siap meledak kapan saja. Emely menghela napas, menyerah. “Satu sloki. Tapi hanya demi menjaga kewarasanmu, bukan karena aku setuju.” “Tequila Rose. Dua,” ujar Emely kepada bartender. Namun bahkan sebelum minuman datang, Catriona ber
最終更新日 : 2026-05-12 続きを読む