"Maaf lama menunggu, Tuan!" Mark datang, kemudian segera masuk ke dalam mobil. Ia langsung duduk di kursi kemudinya.Mark melirik dari kaca spion, terlihat ekspresi wajah tuannya yang diselimuti kemurkaan. Amarahnya belum redam."Kau bekerja untukku atau Wilson?" ucap Dominic dingin."Maaf Tuan. Saya harus membereskan barang terlebih dahulu." jawab Mark kemudian menyalakan mobilnya. Ia segera melesatkan mobilnya meninggalkan kediaman Wilson.Victor yang duduk di samping Dominic hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua.Sementara itu, di dalam mobil lainnya. Catriona dan Derren tak saling bicara. Sejak keluar dari mansion Barcklay, Catriona hanya diam membisu. Hampir seluruh kata-kata kakeknya membekas di hatinya.Sejak dulu memang kakeknya selalu bersikap dingin padanya. Jarang sekali sang kakek memperlakukannya seperti seorang cucu pada umumnya. Tak pernah mereka bercanda tawa layaknya kakek dan cucu.Derren pun tidak ingin menganggu Catriona. Ia tahu jika hati Catriona sedang tida
더 보기