”Nganterin kado disuruh Bunda,” jawab Aksa duduk di samping istrinya, matanya melihat ke sekeliling ruangan, Aksa menyadari apa yang tadinya terjadi di sini. “Sorry ganggu, tapi aku rasa lebih baik kami yang datang daripada Bunda.”Devan bersandar di sofa, apa daya, ia sudah ketahuan.”Pacar Mas Dev?” tanya Eve dengan suara pelan karena takut membangunkan Naila yang tidur lelap.“Hmm,” Devan bingung bagaimana harus menjawabnya, “udah, sana pulang.””Tapi bukannya Bunda mau jodohin Mas Dev sama Jenifer itu?” tanya Eve lagi.“Ngobrolnya besok-besok aja, thanks udah anterin kadonya,” ujar Devan melirik beberapa kado yang Aksa letakkan di atas meja, “sana pulang.””Ih, tahu begini aku biarin Bunda yang datang,” sungut Aksa.”Jangan bilang apa-apa sama Bunda,” ujar Devan pelan, “aku nggak mau Bunda tahu hal ini, bisa kan?””Iya, Mas Dev tenang aja, kami nggak ember, kok,” jawab Eve sambil menarik suaminya berdiri, “nanti kapan-kapan kenalin aku sama kakak cantik ini, ya, Mas.” “Iya.” “Ka
Última atualização : 2026-05-26 Ler mais