“Happy birthday,” Agus merangkul bahu Naila yang sedang mengantre untuk memesan kopi, “mau ditraktir apa, nih?””Lo mau traktir gue?”“Iya, mau apa?””Bayarin kopi gue,” ujar Naila.”Kopi doang kecil, yang lain?””Kopi aja dulu,” Naila bergerak maju, menyebutkan pesanannya dan Agus juga memesan kopi yang sama, setelah Agus membayar, mereka bergeser untuk menunggu kopi mereka siap.”Nailaaaaa, HBD cintakuuuu,” Gabriel tiba-tiba datang memeluk Naila yang langsung mendorongnya menjauh, mengabaikan penolakan Naila, Gabriel tetap memeluknya sambil tertawa.”Parfum lo bau banget, Gaby,” Naila menutup hidungnya dengan tangan, “ganti, gih. Bikin pusing.””Enak wanginya, gue suka.””HBD, Nai,” Edo datang mengulurkan tangan, Naila tertawa sambil menjabatnya. “Thanks, Mas.””Makan-makan di mana kita?” Gabriel menatap dengan penuh harap.”Kantin,” Naila menyeringai.”Bosan.””Ya udah, nggak usah ikut,””Eh, jangan, ikut, dong.””Katanya bosan,” cibir Naila meraih kopinya lalu berjalan menuju lif
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-26 Mehr lesen