Nai-nai: Pilihin. Aku bingung.Naila mengirim dua buah foto lingerie, satunya berwarna nude dan satunya berwarna hitam, Devan tersenyum dan menghubungi wanita itu.”Kok, malah telepon?””Kamu lagi belanja?”“Iya, lagi jalan sama Tere, kamu lihat foto yang aku kirim tadi, kan? Pilihin. Aku bingung deh pilih yang mana.””Dua-duanya bagus, beli keduanya aja.””Apa iya?””Iya, nanti setelah beli, kamu pake dan kirim fotonya ke aku.”“Oke, deh. Aku beli keduanya aja.””Nanti malam dipake, aku bisa mampir, kan?””Lihat nanti, ya.””Oke, kabari aku kalau sudah pulang.””Iya.”Mobil Devan melaju menuju kediaman kakaknya—Almeera. Tidak lupa ia membeli mainan baru untuk Ravella dan Adnan.”Vel? Adnan?” panggil Devan memasuki rumah dari pintu samping.”Berisik, Dev,” sahut Almeera dari dapur, “ngapain teriak, sih?””Hai, Kak, ngomel aja, Bang Ravel belum kabur karena diomelin setiap hari, kan?””Dev, jangan bikin emosi. Jarang nongol, sekalinya nongol cuma mau bikin emosi. Balik sana!”Devan ter
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-26 Mehr lesen