”Kamu mau tidur? Ngantuk, nggak? Udah minum obat, kan, barusan?”Naila mengangguk, “iya, kamu nggak ikut keluar? Lihatin wajah, sana, ntar malah digosipin kalau kamu di sini terus.””Iya, sebentar lagi,” Devan menggendong Naila untuk berbaring di ranjang, “beneran nggak apa-apa ditinggal?”“Iya, nggak apa-apa,” Naila meraih leher Devan mendekat untuk mencium bibir pria itu, setelah ciuman yang cukup lama, Naila memisahkan diri. “Aku tidur dulu, lumayan bisa santai selama di sini.”Devan tersenyum kecil, mengusap kepala Naila sebelum meninggalkan wanita itu untuk beristirahat. Devan kembali ke lokasi peserta outing berkumpul, mereka akan mulai bermain games dengan anggota kelompok yang sudah diundi, melihat kehadiran Devan, Alexa segera mendekati pria itu.“Pak Devan,” sapa Alexa dengan suara lembut, memasang senyuman manis khasnya. “Saya cuma mau nanya… gimana kondisi Naila? Apa dia baik-baik aja, Pak?”Devan menoleh perlahan, menatap Alexa dengan ekspresi datar. “Dia baik-baik aja,”
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-05-27 อ่านเพิ่มเติม