Tetapi ternyata masa lalu tidak pernah benar-benar pergi, melainkan hanya menunggu waktu untuk mengetuk kembali.Kieran datang membawa dua cangkir coklat panas kesukaan Alena, lalu ia meletakkan satu di hadapan Alena.“Alena, kamu masih memikirkan mereka?” tanya Kieran. Alena mengangguk. “Iya,” ucap Alena lalu jemarinya menyentuh wajah Eleanor pada foto itu. “Setelah semua yang terjadi, aku ingin membawa mereka keluar,”Kieran lalu duduk di sampingnya. “Proses hukumnya tidak sederhana,”“Aku tahu,” jawab Alena. “Karena kasus mereka berkaitan dengan jaringan lama, Al,” ucap Kieran. “Aku juga tahu itu, Kieran,” lalu Alena menoleh. “Tapi aku tidak ingin terus menunggu,”Kieran terdiam, karena ada sesuatu dalam suara Alena yang terasa berbeda. Dulu, ketika menghadapi bahaya, Alena selalu mencari perlindungan.Sekarang tidak, perempuan itu justru ingin berdiri di depan masalahnya sendiri.“Aku ingin tahu siapa yang menjebak keluargaku selama ini,” ucap Alena. Kieran lalu menatapnya.
Baca selengkapnya