Samuel menatapnya dengan wajah tegang.“Richard pernah mengatakan kepadaku…,”“Apa?” tanya Alena. “Suatu hari nanti, kalau semua orang yang dia percaya mengkhianatinya, hanya satu orang yang masih boleh membuka tempat terakhirnya,” kata Samuel. Alena menatap kunci itu. “Siapa?”Samuel menjawab pelan. “Putrinya,”Jari Alena langsung bergetar, lalu ia memasukkan kunci dan terdengar suara Klik.Kotak terbuka tidak ada senjata di dalamnya dan tidak ada uang, juga tidak ada benda yang aneh.Hanya beberapa lembar dokumen, sebuah kartu memori, dan satu surat yang ditulis tangan.Alena mengambil surat itu dan di bagian depan tertulis. “Untuk Alena,”Napas Alena seketika tercekat lalu ia membuka secara perlahan, tampak tulisan Richard memenuhi halaman. “Alena, jika surat ini sampai ke tanganmu, berarti aku gagal melindungi keluargaku,”Air mata Alena langsung jatuh.Kieran berdiri diam di sampingnya.Alena terus membaca. “ Jangan percaya semua yang dikatakan orang tentang Papa,”Tangan Alena
Baca selengkapnya