“Mama janji…,” Alena mengusap rambut William. “Tidak akan ada siapa pun yang akan mengambil keluargamu,”Alena menatap wajah kecil itu dan tanpa sadar air matanya jatuh. Namun kali ini bukan air mata ketakutan, karena ada sesuatu yang lebih kuat di dalam dirinya yaitu sebuah tekad.Lalu Alena berdiri dan keluar dari kamar, ternyata Kieran sudah menunggu dirinya. “Besok,” kata Kieran. Alena menatapnya. “Kita akan mulai mencari Samuel?”“Ya,” jawab Kieran. “Dan setelah itu?” Alena mengambil foto keluarganya. “Kita juga akan cari orang yang menghancurkan keluarga Volkov!”Kieran mengangguk.Alena memandang foto Richard, Eleanor, dan Adrian.“Papa, Mama, Adrian…,” Alena lalu mengusap wajah mereka satu per satu. “Tunggu aku!”Kemudian Alena menatap Kieran. “Aku akan membawa kalian pulang!”Bahkan malam itu, tanpa senjata di tangannya, tanpa pasukan di belakangnya, Alena sudah membuat keputusan yang kelak akan mengguncang dunia mafia.Alena tidak akan lagi bersembunyi dari nama Volkov, i
Baca selengkapnya