Viktor berhenti. Lalu Kieran maju, melempar HP-nya ke meja Viktor. Dengan layar yang terlihat foto Alena sedang tidur dan isi pesannya. "Giliran berikutnya, aku yang masuk!”"Ini," kata Kieran. "Terakhir kali kamu sentuh wanitaku!”Kieran semakin mendekati Viktor, ia mencengkeram kerah Viktor dengan kuat. "Sentuh dia lagi, sentuh anakku atau kirim satu orang lagi ke penthouse…," tegas Kieran. Kieran berbisik di telinga Viktor. "...dan aku pastikan kamu mati dengan mata terbuka dan menyaksikan semua yang kamu bangun terbakar hebat!”Kieran melepas cengkramannya, lalu mendorong Viktor ke kursi. Hingga membuat Viktor batuk dan wajahnya memerah karena marah dan takut. "Kamu gila," desis Viktor. "Mungkin," kata Kieran. "Tapi gilaku karena punya alasan untuk hidup!”Kieran lalu berbalik ke arah jalan keluar, di pintu, ia kembali berhenti. "Oh ya," kata Kieran tanpa menoleh. "Volkov Holdings, mulai hari ini milikku, anggap itu bunga dari hutang 70% yang belum lunas!”Lalu Kieran pergi
Read more