Ia melepas handuk, air hangat jatuh dari keran. Awalnya biasa saja, hingga sampai di tengah, lampu mati. Bukan mati total, melainkan sekring turun. Ruangan menjadi gelap, hanya ada cahaya dari celah pintu. Alena terkejut ia meraba dinding untuk mencari handuk. "Alena?" Suara Kieran terdengar dari luar sepertinya khawatir. "Kamu tidak apa-apa?" "Lampu mati," jawab Alena suaranya sedikit panik. "Dan... pintunya macet!”Handle pintu di kamar Kieran memang kadang rewel, terutama kalau sangat lembab. Kieran mengetuk pelan. "Jangan panik, aku buka dari luar mundur sedikit!”"A– aaku... aku belum pakai baju," kata Alena cepat wajahnya merah memanas. "Baik! Aku tutup mata aku hanya dorong pintunya!”Suara gesekan kayu dan tarikan napas terdengar, akhirnya pintu berhasil terbuka. Cahaya dari kamar masuk, membentuk siluet. Kieran berdiri di ambang pintu, punggungnya menghadap ke dalam dengan posisi tangan terangkat menahan pintu, dan matanya terpejam rapat. "Aku ambilkan handuk," kata Ki
Read more