Jam 10.00. Pagi, Alena masih mengantuk karena kejadian semalam. Kieran sudah menyiapkan vitamin dan juga susu, untuk Alena dan bayi di perutnya. Namun seketika mereka di buat terkejut, karena suara yang datang semakin mendekat. 3 helikopter sedang mendarat di halaman belakang. Wilhelm Voss turun dengan memakai jas berwarna abu-abu, dengan pegangan tongkat emasnya. Bahkan di kerumuni oleh 12 pengawal, wajahnya terlihat seperti badai. Kieran berdiri di teras dan Alena berada di belakangnya, tangan Kieran menggenggam tangan Alena dengan erat. "Kakek," kata Kieran datar.Wilhelm menatap Alena dari atas ke bawah. "Jadi ini biang keroknya?”Alena tidak mundur ia menyapa sembari tersenyum. "Pak Wilhelm,”"Jangan panggil aku begitu," bentak Wilhelm. "Kamu Volkov, adalah darah kotor dan itu kamu," Wilhelm menunjuk Kieran, "memalukan nama Voss, hanya karena perempuan ini!" Tangan kanan Wilhelm maju selangkah, membuat Jaxon angkat tangan."Masuk," kata Kieran. "Kita bicara di dalam!”Di r
Read more