Callista duduk di tepi kolam renang, kakinya sesekali menendang air menciptakan riak-riak kecil. Rasa kesalnya sudah mereda, digantikan oleh rasa sesak yang jauh lebih dalam. Ia merasa seolah dirinya adalah tokoh antagonis dalam novel yang memang ditakdirkan untuk dibenci, tidak peduli seberapa benar tindakan yang ia lakukan."Psst. Hei, Gadis Jeruk."Callista menoleh dan melihat Regan, anak kedua keluarga Dramaga, berdiri di sana. Di tangannya, ia membawa sebuah piring porselen kecil berisi tart jeruk mini. Regan duduk di sampingnya tanpa meminta izin. "Nih, makan. Ini jeruk yang sebenarnya. Diolah dengan gula yang pas dan cinta dari koki rumah ini. Tidak akan bikin orang serangan jantung," ucap Regan santai, menyodorkan garpu kecil.Callista cemberut, mencoba menghapus sisa kekesalannya. "Pergi sana. Aku sedang ingin jadi protagonis yang menderita di drama novel. Jangan ganggu estetikaku."Regan tertawa renyah. "Kalau kamu protagonisnya, sutradaranya pasti pusing tujuh keliling kare
Read more