“Dokter Arjuna," ucap Nadira pelan.Mata Nadira membulat saat dia melihat Arjuna tiba-tiba datang ke ruang perawatan ayahnya. Dia melirik ke arah Raka, yang sedari tadi menemaninya di ruang ayahnya.Arjuna melihat ke arah istri mudanya dan juga sahabatnya. Sepertinya ada yang terlewat yang tidak dia ketahui. Tapi hal berbeda malah terjadi pada Raka. Dengan senyum lebar, Raka malah mengangkat tangan santai.“Jun! Pas banget. Kita lagi ngomongin betapa membosankannya ruang rawat inap. Gabung sini,” ajak Raka tanpa rasa bersalah.Arjuna tak bereaksi. Dia melangkah menuju ke tempat tidur Agus, untuk memeriksa pasiennya.Arjuna melihat ke Nadira. “Bagaimana kondisinya hari ini?”“Stabil, Dok. Ayah juga gak ngerasa ada keluhan apa-apa.” jawab Nadira.Arjuna melihat ke Agus. “Jantungnya masih kerasa sakit, Pak?”Agus segera menggeleng. “Gak, Dok. Keadaan saya jauh lebih baik tiap hari. Bahkan saya sudah merasa bisa lari sekarang,” jawab Agus dengan senyum lebar.Arjuna tersenyum tipis. “Jan
Read more