Ayu tersenyum tipis melihat sorot mata Sinta yang mulai tertarik mendengar ucapannya.Dokter muda itu melangkah mendekat perlahan, lalu ikut melihat ke arah pintu ruang penelitian yang sudah tertutup rapat.“Dokter Nadira sekarang beda, Bu,” ucap Ayu pelan seolah sedang membicarakan rahasia besar.Sinta menatap wanita di sampingnya. Dia melihat Ayu dari atas ke bawah, seolah sedang mencoba memindai penampilan wanita itu.Penampilannya lebih modis dari Nadira dan tatapan Sinta berakhir di tanda pengenal Ayu yang ada di saku dada jas dokternya.“Siapa kamu?” tanya Sinta yang tidak merasa mengenal wanita di depannya.“Oh iya, maaf saya belum perkenalkan—“ Ayu mengulurkan tangannya ke Sinta.Namun melihat Sinta tidak bereaksi, Ayu pun menarik tangannya kembali dengan canggung.“Saya Ayu, Bu. Residen tahun ke 4 di sini. Saya seniornya Nadira,” ucap Ayu memperkenalkan diri.Sinta mendengus kecil. Sepertinya dia sudah bisa membaca maksud Ayu mendekatinya.Tapi Sinta memutuskan untuk tetap me
Read more