Nadira berdiri membeku di ruang tamu. Matanya melebar saat melihat sosok pria tinggi yang berdiri di depannya.Raka berdiri di depan Nadira. Senyumnya mengembang, saat dia melihat wanita yang dia suka tampak baik-baik saja.“Hai, Nad,” sapa Raka dengan senyum ramahnya.“Dok-Dokter Raka,” sapa balik Nadira masih setengah bengong.Raka langsung tersenyum lebar. “Gimana kabarnya, kayaknya udah enakkan pasien kita ini.”“Hmm? Oh, iya. Iya, saya udah jauh lebih baik, Dok,” jawab Nadira canggung.“Siapa, Nad?” tanya Agus dari dalam rumah.Nadira menoleh ke belakang, tidak ada ayahnya. “Ini Yah, ada ....”Belum sempat Nadira selesai menjawab, Agus muncul dari arah ruang tengah. “Eh, ada Dokter Raka.” Sapa Agus sambil melangkah mendekat ke pintu. “Kok gak disuruh masuk sih, Nad. Gimana kamu ini,” tegur Agus.“I-iya, Yah. Ini juga mau di ajak masuk,” jawab Nadira tidak punya pilihan.“Ayo Dok, mari masuk,” ajak Agus mengajak tamunya masuk.“Makasih, Pak.”Raka segera melepas sepatunya dan mel
Read more