“Nad,” panggil Raka saat melihat wanita itu hanya diam sambil melihatnya.“Nad, dipanggil itu loh,” ucap Farah sambil mendorong-dorong badan Nadira agar segera mendatangi Raka.“Iya, Nad. Udah buruan sana.” Risma dan Nadine melakukan hal yang sama.“Eh, tapi aku ... aku ma—““Udah sana. Ini kesempatan langka tau, Nad. Tunggu Dok, Nadira ikut,” sahut Farah sedikit lancang sambil mendorong tubuh Nadira lebih kencang agar badan kaku wanita itu maju.Raka tersenyum pada Nadira dan teman wanitanya. Pandangannya berakhir di Nadira. “Ayo.”Nadira tersenyum canggung. “I-iya, Dok.”Dengan sangat terpaksa Nadira pun segera mengikuti langkah Raka menuju ke pintu utama kafe.Nadira menoleh ke teman-temannya yang malah sibuk memberinya ucapan selamat dan juga dukungan semangat kepadanya.Tidak tahu saja kalau Nadira kini sedang galau maksimal. Dia takut kalau nanti Arjuna melihatnya.Bisa-bisa dia kena marah. Mending kalau marah saja, kalau dia diberi tugas yang sangat banyak, pasti ini akan sanga
Read more