"Dari tadi... Dia enggak nglepasin tanganku..." Pani bergumam dalam pikirannya sendiri. Ia kini berada di dalam mobil Ranu yang melaju. Pandangan matanya melirik tangannya dan milik Ranu yang saling bertautan di atas konsol. Pani duduk di kursi penumpang sambil memandangi jalanan malam dari balik kaca. Lampu kota terlihat samar memanjang di kejauhan. Ranu mengemudi tanpa banyak bicara. Tapi, ada kalanya genggaman itu sedikit erat. "Pak..." Ranu menoleh sekilas, lalu kendaraan itu tiba-tiba menepi dan berhenti. Tidak ada kata yang keluar, tapi tubuh Ranu sudah condong ke arah Pani. kedua bibir itu saling bertemu lagi... Lembut dengan gerakan perlahan. Lidah mereka saling membelai. Tangan yang saling menggenggam itu kini jadi lebih erat. Tak ada yang bicara, tak ada yang bersuara. Hanya napas mereka yang saling bersahutan. Mobil itu mulai bergerak lagi. Namun, beberapa menit kemudi
اقرأ المزيد