Pintu ruang meeting terbuka pelan saat Ranu melangkah masuk diikuti Pani. Suasana di dalam sudah penuh. Beberapa orang langsung berdiri memberi salam. Ranu membalas dengan anggukan singkat, wajahnya kembali datar seperti biasa. Pani bergerak cepat, menyiapkan dokumen, membuka laptop, memastikan proyektor siap. Napasnya masih sedikit terengah, efek dari panik beberapa menit lalu. “Mulai,” ucap Ranu singkat. Semua langsung fokus. Pembahasan berjalan intens. Proyek pengembangan baru yang dibahas cukup besar. Nilai investasinya tinggi, risikonya juga tidak kecil. Ranu berbicara tegas, setiap kalimatnya terukur. Ia memotong jika ada yang berputar-putar, menajamkan arah diskusi. Pani duduk di sampingnya, mencatat dengan cepat. Sesekali ia menyelipkan data tambahan saat Ranu membutuhkannya. “Timeline terlalu longgar,” kata Ranu dingin. Salah satu manajer mencoba menjelaskan. “Kami mempertimbangkan faktor lapangan, Pak.”
Baca selengkapnya