Partager

Sabotase

Auteur: Risca Amelia
last update Date de publication: 2026-07-22 00:32:45

Mendengar Nyonya Debora menyebut nama itu, bibir mungil Altair secara refleks menirukan ucapannya.

"Roman... Roman Valeriano," ulang Altair beberapa kali.

Bocah kecil itu mengingat kembali penelusuran rahasianya di internet bersama Ares.

Roman Valeriano adalah orang yang ia curigai sebagai bos besar di balik peretas misterius berinisial 'Shadow-S'.

Mendengar putranya mengucapkan nama itu, Sabiya terkesiap. Lekas saja, ia menyanggah ucapan Nyonya Debora, sebelum kecurigaan apa pun berkembang leb
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
Ardiansyah
ya jadi penasaran apdetnya satu bab kurang puas bacanya penasaran
goodnovel comment avatar
Mukayana
berharap ada penyelamat untuk sabiya
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Ingin Menjaga Mama

    Di Aldena Heritage Hotel, jarum jam hampir menunjuk pukul sebelas malam. Altair berbaring seorang diri di atas kasur dalam kesunyian kamar. Bocah kecil itu sudah mengenakan piyama garis-garis putih, tetapi sinar matanya memancarkan kegelisahan yang besar. Sudah dua jam berlalu sejak ia kembali dari Executive Lounge, tetapi ibunya tak kunjung membuka pintu.Altair melirik tablet miliknya yang tergeletak di atas nakas. Ia sudah mencoba mengirimkan pesan singkat, bahkan memanggil nomor Sabiya berkali-kali. Namun, hanya nada tidak aktif yang ia dapatkan.Bagaimanapun, anak seusianya tidak akan tenang bila harus tidur sendirian di kamar hotel.Tak sanggup lagi membendung rasa cemas, Altair melompat turun dari ranjang. Bocah itu meraih kartu akses kamar, lalu berjalan menyusuri lorong berkarpet tebal.Tujuan Altair hanya satu: kamar tempat Andreas menginap, yang hanya berjarak dua pintu dari kamarnya.Dengan jemari mungilnya, Altair mengetuk pintu beberapa kali. Ia harus menunggu sejenak,

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Dilema

    Di dalam kamar mandi, gemericik air dingin yang menyembur dari shower perlahan mereda.Merasa cukup, Roman mematikan keran shower lalu menyapu rambut gelapnya yang basah ke belakang. Ia mengeringkan tubuh seadanya, sebelum kembali ke kamar. Begitu memandangi sosok Sabiya yang masih tergolek di atas kasur, sorot mata Roman melunak. Namun, meski tubuh wanita itu sudah tertutup oleh bedcover tebal, lenguhan kecil yang digumamkan Sabiya bak sebuah alarm berbahaya.Roman pun berjalan mendekat, tetapi ia dengan sengaja menjaga jarak aman sekitar dua pijakan dari tepi ranjang.Pria itu sadar betul bahwa gairah di dalam darahnya belum sepenuhnya sirna. Satu sentuhan fisik saja bisa memicu kembali api, yang susah payah ia padamkan di bawah pancuran air dingin.Tok, tok, tok.Ketukan teratur tiga kali pada pintu suite memecah keheningan kamar.Roman tersentak. Tanpa membuang waktu, ia melangkah cepat menuju pintu dan membukanya lebar-lebar. Di hadapannya, Dante berdiri berdampingan dengan seo

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Gagal Total

    Langit di kota Aldena sudah berwarna hitam legam.Sebuah mobil berwarna merah memasuki pelataran kediaman pribadi Roman Valeriano. Pintu mobil terbuka, memperlihatkan sosok Clara yang berjalan dengan gemulai. Malam ini, penampilan Clara sangat berbeda dari tadi sore. Ia telah menanggalkan pakaian bersahaja serba hitam, lalu berganti dengan sebuah gaun merah menyala. Gaun berbahan sutra tipis itu melekat ketat di tubuhnya, memperlihatkan belahan dada yang rendah serta bagian punggung yang polos. Riasan wajah yang dipakai Clara semakin mempertegas kesan menggoda.Di tangannya, Clara menggenggam sebuah wadah makanan yang tahan panas. Wadah tersebut berisi sup kaldu hangat—sebuah alibi sempurna yang ia siapkan untuk menjenguk Roman.Bibir merah Clara menyunggingkan senyuman, saat ia berjalan menuju teras. Angin malam yang bertiup dingin menyapu kulitnya, tetapi ambisi di dadanya jauh lebih membara.Clara membayangkan skenario yang telah ia susun dengan rapi. Obat yang ia campurkan ke da

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Demi Putraku

    Begitu denting pintu lift terdengar, Dante keluar dengan setengah berlari menuju sudut lobi. Langkah lebarnya melambat drastis saat melihat kondisi majikannya. Roman kini hanya mengenakan kemeja sutra biru yang lembap oleh keringat, sementara kedua tangannya merengkuh tubuh Sabiya yang terus bergerak gelisah.Dante lekas merogoh saku dalam jasnya, dan menarik selembar kartu akses berwarna emas. "Mari kita naik ke lantai empat, Tuan.”Tanpa membuang waktu, Roman kembali menggendong Sabiya ala bridal style. Meski jahitan di lengannya terasa ngilu, pria itu membiarkan otot-otot tangannya tertarik dengan kuat.Bersama Dante, Roman memasuki lift yang baru saja terbuka beberapa menit lalu. Usai kotak besi tersebut terbuka di lantai empat, Dante bergegas memimpin langkah di depan. Ia menempelkan kartu akses pada panel sensor pintu suite, lalu mendorongnya hingga terbuka lebar.Dengan hati-hati, Roman membawa Sabiya masuk dan meletakkan tubuh wanita itu di atas kasur berukuran king-size.D

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Berjuang Menahan Diri

    Roman terus memaksakan pijakan kakinya di atas lantai. Dalam dekapannya, tubuh Sabiya terasa lemah. Namun, suhu kulit wanita itu meningkat secara drastis.Semua gejala aneh yang menyerang mereka, membuat Roman sadar bahwa kue pemberian Clara bukanlah kue biasa. Ia yakin ada zat gairah yang ditambahkan oleh wanita licik itu.Sambil berusaha menahan diri, Roman melangkah lebar membelah area lobi. Ia membawa tubuh Sabiya menuju sudut sofa kulit yang agak tersembunyi dari lalu lalang tamu hotel. Dengan sisa tenaga dan kehati-hatian, Roman mendudukkan Sabiya di sana, lalu menyandarkan punggung wanita itu agar tetap aman.Roman pun merogoh saku jas dengan jemari yang gemetaran. Kemudian, ia mengambil ponsel dan bergegas menekan kontak Dante.Butuh dua kali nada panggil, sebelum sambungan telepon terhubung."Tuan Roman..." suara Dante terdengar samar di seberang sana, seolah ia sedang berada di jarak dekat dengan seseorang."Dante... segera turun ke lobi. Aku butuh bantuanmu!" pangkas Roman

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Rebah dalam Pelukannya

    Di restoran bawah, Roman masih menawarkan stroberi cheesecake kepada Sabiya. Sementara, Sabiya memandang kue beroles selai stroberi itu dengan pandangan dingin. "Terima kasih atas niat baik Anda, Tuan Valeriano," sahut Sabiya lugas dan kaku. "Namun saya tidak menyukai kue manis. Saya akan mengembalikannya kepada Anda."Sabiya hendak menggeser kotak transparan itu kembali ke sisi meja Roman. Namun, pria itu segera mencegahnya."Apa yang sudah diberikan oleh Mitra Investor Utama tidak boleh dikembalikan begitu saja," pangkas Roman."Jika Nona Rosella merasa khawatir atau ragu, saya akan mencicipi kue ini lebih dulu."Sebelum Sabiya sempat mengeluarkan kalimat penolakan berikutnya, Roman sudah menarik kotak kue ke tengah meja. Pria itu membuka penutupnya lantas meraih pisau kecil yang tersedia di dalam kemasan.Dengan gerakan tenang, Roman membelah porsi strawberry cheesecake menjadi dua bagian yang sama besar.Tanpa ragu, Roman mengambil setengah potongan kue menggunakan garpu, lalu me

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Wanita yang Dicintai Suamiku

    Tiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa."Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Saya

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Acuh Tak Acuh

    Di lantai bawah, Sabiya membawa kardus tersebut menuju ruang makan utama. Ia meletakkan benda itu tepat di dekat ujung meja makan panjang.Bunyi debuman kardus yang mendarat di lantai seketika menarik perhatian Martha dan Mia. Kedua pelayan itu menatap Sabiya dengan ekspresi heran yang bercampur de

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghapus Jejakmu

    Ponsel di tangan Sabiya kembali bergetar, menampilkan rentetan foto berikutnya yang dikirimkan oleh Clara. Kali ini adalah foto meja makan yang dipenuhi oleh berbagai macam hidangan. Ada omelet truffle, buah-buahan segar, pancake madu, sosis premium, serta segelas susu.[Semua makanan ini dipesan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghilang dari Hidupmu

    Alih-alih memberi sanggahan, Roman justru meletakkan gelasnya di meja. Dengan tatapan lembut yang belum pernah Sabiya lihat sebelumnya, pria itu menoleh kepada Clara."Jangan dengarkan mereka, Clara." Suara Roman rendah dan menenangkan. "Aku punya hadiah untukmu malam ini. Aku tidak mau kau bersedi

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status