Melihat Andreas masih menunggu jawabannya, Sabiya pun berdehem pelan. Ia menjawab dengan nada sewajar mungkin. "Saya sudah lama tidak berkunjung ke sana, Andreas. Jadi, saya tidak tahu persis siapa saja miliarder yang mendominasi sekarang," balas Sabiya."Lagi pula, tanpa perlu kita minta pun, Wali Kota pasti sudah mengundang mereka."Andreas manggut-manggut, menerima alasan logis tersebut. "Benar juga. Oh ya, kita akan menginap di mana? Saya akan pesankan hotel sekalian, Bu Rosella."Andreas mengetuk kembali layar tabletnya, menampilkan dua pilihan akomodasi."Ada dua hotel yang lokasinya paling dekat dengan ballroom gedung pertemuan. Pertama, The Harper, hotel bintang lima. Kedua, Aldena Heritage Hotel, sebuah hotel butik yang letaknya bersebelahan dengan ballroom."Mendengar nama hotel pertama, Sabiya langsung menolak mentah-mentah. Ia tahu sebagian saham Hotel Harper dimiliki oleh keluarga Valeriano. Menginap di tempat itu sama saja dengan menyerahkan diri."Kita pilih Aldena
Ler mais