Roman memasuki mobil dengan tubuh yang masih lemas, kepalanya juga sedikit berdenyut nyeri. Meski begitu, tatapan matanya mengeras. Ia bertekad tidak akan membuang waktu dengan sia-sia di atas brankar rumah sakit.Di sisi lain, Clara tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Sejak keluar dari kamar rawat tadi, ia terus menempel pada Roman, tak pernah melepaskan lengan kekar pria itu barang sedetik pun."Roman, aku akan merawatmu di rumah supaya kau lekas sembuh," bisik Clara, suaranya manis dan penuh perhatian. "Dulu saat aku sakit, kau juga selalu merawatku. Sekarang, giliranku yang melakukannya.”Roman tidak menjawab. Pria itu merebahkan kepalanya pada sandaran kursi sambil memejamkan mata. Tidak ada gerakan, tidak ada reaksi.Di belakang mobil mereka, dua unit kendaraan pengawal mengikuti dengan setia. Namun, tidak ada satu pun yang berani bersuara. Semua tahu bahwa bos mereka sedang dalam kondisi yang sulit ditebak.Satu jam kemudian, iringan mobil memasuki gerbang rumah. Seperti biasa
더 보기