"Jangan libatin ayah lo," potong Raka cepat, matanya tiba-tiba waspada. "Trah Sangkala punya mata di mana-mana, Nagendra. Di sekolah, di rumah, di mana pun. Kalau mereka tau gue mau kabur, mereka bakal bunuh keluarga gue. Dan gue nggak bisa ngorbanin mereka."Nagendra menghela napas. "Terus gimana? Gue nggak bisa diem aja, liat lo kayak gini, Ka.""Gue nggak butuh lo. Mending lo balik dah!""Lo udah gue anggap sodara, Ka. Gue ga bisa liat lo sama keluarga lo, diteken Trah Sangkala!" Tangan Nagendra mengepal. "Gimana mau nolong gue, sementara darah kamu yang diincer mereka. Darah kamu masih bercampur dengan kekuatan mereka, kan?"Nagendra menggelengkan, "Gue bisa handle itu, Ka. Jangan kwatirin gue..."Raka menunduk, berpikir sejenak. Lalu dia mengangkat kepalanya dengan ekspresi penuh harapan. "Nagendra, lo percaya sama gue?"Nagendra mengangguk tanpa berkata"Gue punya satu cara biar darah lo bisa lepas dari mereka. Tapi gue butuh kepercayaan lo. Kepercayaan penuh.""Maksud lo?"Rak
Last Updated : 2026-08-25 Read more