Malam itu, setelah pertempuran di Kediaman Utama, seluruh kompleks Himawan Tower masih dipenuhi asap dan debu. Tim keamanan dan pemadam kebakaran bekerja tanpa henti, tapi jelas bahwa Penthouse utama tidak bisa lagi dihuni—setidaknya untuk beberapa minggu ke depan.Pak Baskoro sudah mengatur segalanya. Villa cadangan Himawan Group di kawasan Jakarta Selatan disiapkan dalam hitungan jam. Tempat itu lebih kecil dari Penthouse, tapi lebih hangat—sebuah rumah bergaya kolonial dengan halaman luas dan pepohonan rimbun yang menenangkan.Mobil hitam berlapis baja berhenti di depan gerbang villa. Satria turun lebih dulu, lalu membuka pintu untuk Liana yang menggendong Nagendra. Bayi itu tertidur pulas setelah seharian penuh dengan ketegangan dan teriakan—seolah-olah dia tahu bahwa dia aman sekarang.“Kita sampai, Li,” kata Satria pelan, tangannya meraih pinggang Liana.Liana menatap rumah di hadapannya. “Akhirnya kita kembali ke sini,” bisiknya. ***Di dalam villa, suasana terasa berbeda. Tid
Last Updated : 2026-08-12 Read more