Pintu ruang kerja Nicholas tertutup rapat saat Emily melangkah keluar. Ia bermaksud kembali ke ruang arsip, namun gerakannya seketika terhenti. Di hadapannya, Olivia baru saja meletakkan kardus besar dari ruang arsip tadi ke atas meja kerja Emily dengan napas yang sedikit memburu."Olivia?" Emily mengerutkan keningnya, menatap asisten baru itu dengan raut terkejut. "Kenapa kau repot-repot membawa kardus ini ke mari?"Olivia tersentak kecil, buru-buru menegakkan tubuhnya dan merapikan blusnya yang sedikit kusut. "Ah, Emily... tidak apa-apa. Aku hanya ingin membantu.""Tapi tadi di ruang arsip aku sudah bilang akan mengangkatnya sendiri nanti," ucap Emily. "Lagipula, aku masih harus mencari satu dokumen lagi yang belum ketemu.""Aku tahu," cicit Olivia, menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Aku hanya berpikir, daripada kardus ini menghalangi jalan di ruang arsip, lebih baik aku membawakannya sekalian ke mejamu."Sebelum Emily sempat membalas, sebuah dengusan sinis terdengar dari arah seb
Read more