Denting halus dari garpu dan pisau yang beradu dengan piring menjadi satu-satunya suara yang terdengar dari meja mereka.Malam itu, mereka makan malam di sebuah restoran mewah yang terletak di lantai atas gedung pencakar langit. Namun, kemewahan itu sama sekali tidak bisa menyentuh hati Emily yang sejak tadi terasa aneh."Kau hanya mengaduk-aduk makananmu sejak tadi, Emily," tegur Nicholas, memecah keheningan di antara mereka.Emily tersentak pelan dari lamunannya. "Ah, maaf.""Makanannya tidak sesuai dengan seleramu?" tanya Nicholas, meletakkan gelas wine-nya di atas meja dan menatap istrinya dengan lekat."Tidak, steaknya sangat enak. Dagingnya lembut," jawab Emily cepat, memaksakan senyum kecil. "Aku hanya... tidak terlalu berselera."Nicholas menyandarkan punggungnya ke kursi. "Kau sangat banyak diam sejak kita meninggalkan kantor tadi. Ada apa, Emily? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?"Emily menghindari tatapan tajam suaminya, pura-pura fokus memotong sedikit daging di p
더 보기