"Aku hanya membalas budi pada Madam Valeska," sahut Zen santai dari balik pengeras suara. "Lagipula, dengan mengikuti permainannya, aku bisa mencicipi dan menikmati tubuhmu sepuasnya, bukan?" Aruna mengepalkan tinjunya erat-erat, matanya berkilat penuh amarah yang membakar dada. "Kamu pikir tubuhku barang obralan yang bisa dinikmati sebagai hadiah, hah?" "Ingat tujuan utamamu di sini," tekan Zen. "Mau tidak mau, suka atau tidak, kamu ada di Sektor 7 hanya untuk melahirkan keturunan-keturunan baru bagi mereka." Aruna terdiam, napasnya memburu. Ia perlahan memalingkan wajah, melirik ke arah kaca ruang isolasi tempat Aset 02 berada. "Kalau eksperimen ini gagal... bagaimana nasibku? Dan apa yang akan terjadi pada kalian?" tanya Aruna lirih. Zen seketika bungkam. Keheningan panjang merayap di bilik kendali, ia tidak memiliki jawaban pasti atas konsekuensi dari Dewan Pusat. Aruna menunjuk ke kaca isolasi Aset 02. "Apa yang kau ketahui tentang dia, Zen? Jelaskan padaku." "Dia dikemban
اقرأ المزيد