Embusan napas Zen terdengar melalui speaker. "Frekuensi audionya rusak, kenapa di bagian sepenting itu, hah?" "Apa bisa dipulihkan kembali?" Aruna kini tertarik dengan rekaman itu, ia merasa dikhianati pamannya. Sejak kecil ia selalu menurut perintah pamannya, tapi dibalik itu semua kenyataan pahit ini berulang kali menghujam sesak di dada Aruna. "Mungkin bisa, tapi butuh waktu. Kode ini terlalu rumit," jawab Zen dari balik monitor. "Jika Juna menyembunyikan Aset 02, berarti selama ini Dewan Pusat telah dibohongi," sahut Cilian sambil menyentuh diagram catatannya. 'Apakah paman pernah benar-benar menyayangiku?' batin Aruna sembari mengepalkan tangannya. 'Jadi, semua penderitaanku hanya bagian setengah rencana mereka? Kenapa paman melakukan ini?" Malik menyadari perubahan ekspresi Aruna, ia memegang pundak gadis itu, menyuruhnya duduk di kursi. Ia berlutut di depan kursinya, sambil menggenggam jemari gadis itu. "Kamu nggak perlu mikirin hal berat dulu, sayang. Serahkan
Read more