Sesampainya di mansion, pelayan langsung menyajikan makan malam mewah yang masih hangat di ruang makan pribadi Xavier. Atmosfer ruangan yang temaram, berpadu dengan suara gemercik sisa hujan di luar, membuat ketegangan di antara keduanya semakin pekat.Aline baru saja hendak menarik kursi di sebelah meja, namun suara bariton Xavier langsung menghentikan gerakannya."Ke mari, Aline. Duduk di sini," titah Xavier pendek, menepuk paha kokohnya sendiri yang terbalut celana bahan hitam.Aline membeku. Wajahnya seketika memanas. "T-Tuan, aku bisa duduk di kursi sendiri—""Aku tidak suka membantah, Tikus Kecil," potong Xavier dengan tatapan mata elang yang menggelap, memancarkan dominasi mutlak yang tidak sedap ditolak.Dengan tubuh gemetar dan pasrah, Aline terpaksa menuruti perintah itu. Ia melangkah mendekat dan perlahan mendudukkan pantatnya di atas pangkuan Xavier. Begitu tubuh mungilnya mendarat, lengan kekar Xavier langsung melingkar posesif di pinggang ramping Aline, mengunci wan
Dernière mise à jour : 2026-05-22 Read More