“Sayang, lagi apain?” Di layar, terlihat wajah tampan Jefri yang sedang tersenyum. Dia mengenakan seragam pilot yang gagah dengan latar belakang kamar hotel, sepertinya dia baru saja mendarat.“Nggak… nggak apa-apain, baru mau mandi,” ucapku sambil memaksakan senyuman, berusaha agar dia tak menyadari keanehanku.“Hari ini pergi olahraga, ya? Wajahmu merona sekali, sangat lucu.” Jefri memberikan kecupan ke arah layar, tatapannya tampak penuh kasih sayang, “Kangen aku, nggak?”“Kangen,” jawabku sambil mengangguk. Menatap suamiku yang begitu lembut di layar ponsel membuat perasaan bersalah langsung meluap di dalam hatiku.“Aku juga kangen padamu, sayang. Tunggu seminggu lagi ya, aku bakal pulang.” Jefri mengedipkan matanya padaku, lalu melanjutkan, “Nanti kalau sudah pulang, aku bakal benar-benar memanjakanmu.”Dia sengaja menekankan kata ‘memanjakan’, membuat wajahku memerah dan jantungku melewatkan satu detakan.Namun tepat saat itu, kening Jefri berkerut.“Sayang, itu benda apa yang ad
Baca selengkapnya