Cecilie hendak menjawab lagi, tetapi Evander berbicara lebih dulu. "Benarkah istri saya ceroboh?” tanyanya dengan suaranya tenang. Rupanya, saat ia sedang bercakap-cakap dengan para pria tentang perbatasan, ia juga ikut mendengarkan pembicaraan Daphne. Suaranya tidak lantang. Namun entah bagaimana, seluruh percakapan di sekitar mereka menjadi sedikit reda ketika orang-orang mulai ikut mendengarkan. Daphne berkedip. Mungkin tidak menyangka Grand Duke Silveron akan ikut menanggapi cerita nostalgianya. Namun Evander sama sekali tidak memandangnya. Tatapannya tertuju kepada Cecilie. "Sejauh yang saya lihat," lanjutnya datar, "Grand Duchess mengelola Silven Mansion dengan sangat baik." Cecilie hanya bisa terpaku. Karena ia tidak menyangka pria itu akan berkata seperti itu. Ia melirik Evander sedikit, lalu berpura-pura sibuk dengan serbetnya ketika melihat mata biru cemerlang itu masih menatapnya. "Sebagai nyonya rumah baru, istri saya langsung memastikan para pelayan tetap mengerj
Read more