Rasa senang itu muncul begitu alami hingga bahkan dirinya sendiri tidak menyadarinya. Namun Evander melihatnya. “Lebih dari satu,” lanjutnya. "Saat musim dingin membeku, anak-anak bermain di atasnya." Sejujurnya, sejak menikah, ia tidak pernah memiliki gambaran utuh tentang Silveron. Yang selalu diceritakan orang-orang hanyalah benteng-benteng batu yang kokoh, tambang-tambang mineral yang seolah tak pernah habis, pelabuhan laut terbesar di utara, dan para prajurit Silveron yang terkenal disiplin sekaligus keras. Bagi sebagian besar bangsawan ibu kota, Silveron bukan tempat untuk menikmati hidup. Silveron adalah tempat untuk berperang. Karena itu, Cecilie sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa wilayah milik Evander juga memiliki danau-danau luas yang membeku setiap musim dingin... hingga anak-anak dapat berlarian dan bermain seluncur di atasnya. Gambaran itu terasa begitu hangat, begitu damai, hingga sulit ia padukan dengan nama Silveron yang selama ini selalu ter
Read more