Kaisar bergerak lebih dalam. Ning Yuan menggigit bibirnya, tapi erangan tetap lolos—suara yang lahir dari kedalaman yang bahkan dia sendiri tidak tahu keberadaannya."Jangan tahan," bisik Kaisar, suaranya serak oleh hasrat. "Aku ingin mendengarmu. Aku rindu suaramu."Ning Yuan menggeleng lemah, tapi Kaisar menunduk dan mencium lehernya—bukan ciuman biasa. Bibirnya membuka, lidahnya menjilati kulit di sana, lalu menggigit lembut hingga Ning Yuan menjerit pelan. Lidahnya kembali menjilat bekas gigitan itu, dan Ning Yuan merasakan panas menjalar dari lehernya ke seluruh tubuhnya, seperti racun yang menyebar di aliran darahnya."Kau..." desahnya, tangannya meremas rambut Kaisar, menariknya lebih dekat. "Kau sengaja...""Sengaja apa?" bisik Kaisar, lidahnya masih bergerak di lehernya, turun ke tulang selangkanya, meninggalkan jejak basah seperti jejak kaki di atas pasir. "Katakan."Ning Yuan tidak bisa menjawab. Karena lidah Kaisar sudah bergerak turun ke dadanya, dan ketika mulutnya menya
Last Updated : 2026-07-05 Read more