Bibir Kaisar terus bergerak turun, meninggalkan jejak basah di tulang selangka Ning Yuan, lalu di dadanya yang terbuka. Ning Yuan menggigit bibirnya, tapi erangan tetap lolos—suara yang lahir dari kedalaman yang bahkan dia sendiri tidak tahu keberadaannya."Kau begitu sensitif hari ini," bisik Kaisar di antara ciuman, lidahnya menyentuh kulit Ning Yuan dengan lembut. "Apa karena kita di tempat rahasiamu?"Ning Yuan tidak bisa menjawab. Tangannya meremas rambut Kaisar, menariknya lebih dekat. "Jangan bicara," desahnya. "Cium aku."Kaisar tersenyum—senyuman nakal yang familiar. Dia menunduk dan mencium Ning Yuan dengan lebih dalam, lebih penuh hasrat. Lidahnya masuk ke dalam mulut Ning Yuan, menjelajahi, melahap setiap erangan yang keluar.Ning Yuan membalas dengan cara yang sama. Tangannya meraih leher Kaisar, menariknya lebih dekat, seolah ingin menyatu dengannya. Ciuman mereka menjadi liar, basah, penuh dengan hasrat yang tertahan terlalu lama.Tangan Kaisar bergerak turun, membuka s
Last Updated : 2026-07-14 Read more