Ning Yuan membeku sejenak mendengar kata-kata Kaisar. Jantungnya berdegup kencang—tapi begitu ingat bahwa Kaisar akan segera dijodohkan, degupan itu langsung menghilang, digantikan oleh rasa sakit yang dingin.Dia menarik tangannya dengan cepat, merapikan rambut dan pakaiannya yang basah. Berusaha terlihat tenang meskipun hatinya kacau."Kaisar salah paham," katanya, suaranya berusaha dingin. "Hamba datang karena ada hal yang perlu hamba bicarakan empat mata dengan Yang Mulia."Tapi bodohnya, perasaan cemburu yang tertahan di dalam sana justru terlihat jelas dari sikapnya yang menjauh, yang tidak mau berdekatan dengan Kaisar. Kaisar memandangi wajah Ning Yuan. Matanya menyipit, mengamati setiap perubahan ekspresi wanita itu. Dia bisa merasakan ada sesuatu yang salah—Ning Yuan pasti sedang marah, atau kesal, atau tidak suka pada sesuatu. Tapi dia tidak tahu apa itu."Baik," kata Kaisar, melangkah maju semakin dekat. "Sekarang kau sudah berada di sini, bicaralah."Ning Yuan refleks mun
Last Updated : 2026-07-02 Read more