Weitian mengikuti ibunya berjalan menyusuri taman istana. Udara sore terasa sejuk, tapi suasana di antara mereka terasa tegang.Janda Permaisuri berjalan dengan langkah anggun, sesekali berhenti untuk mengagumi bunga-bunga di tepi jalan. Weitian mengikuti di sampingnya, diam, menunggu ibunya memulai pembicaraan."Kau tahu, Yang Mulia," Janda Permaisuri akhirnya bersuara, "aku sangat khawatir padamu saat kau pergi. Istana tanpa kaisar seperti kapal tanpa nahkoda.""Maafkan aku karena membuat Ibu khawatir," jawab Weitian sopan."Tidak apa-apa," Janda Permaisuri tersenyum. "Yang penting kau kembali. Dan kau membawa Ning Yuan." dia berhenti, menatap putranya. "Aku harus mengakui, jodoh diantara kalian sangat kuat Dia wanita yang cantik. Aku bisa paham mengapa kau tergila-gila padanya."Weitian tersenyum tipis. "Terima kasih, Ibu.""Tapi," Janda Permaisuri melanjutkan, suaranya sedikit berubah, "kau tahu apa yang akan dikatakan para bangsawan, bukan? Mereka akan bertanya, 'Bukankah dia dah
آخر تحديث : 2026-09-05 اقرأ المزيد