Du Tian berdiri membatu. Mulutnya terbuka beberapa kali, tapi tidak ada suara yang keluar. Keringat membasahi seluruh punggungnya. Di hadapannya, pedang Zan masih terhunus, dan tatapan mata Zan seperti pisau yang mengupas lapisan keberaniannya satu per satu.Dia ingin berteriak, ingin memperingatkan tuannya, tapi lidahnya terasa seperti kaku membeku. Hanya matanya yang bergerak liar, berusaha mengirim sinyal ke arah kereta di kejauhan.Di dalam kereta mewah yang terparkir tidak jauh dari sana, Gubernur Liu Wei menyaksikan semua ini dari balik tirai. Alisnya berkerut ketika melihat Du Tian hanya diam terpaku seperti patung bodoh."Memalukan," geramnya. "Tangan kananku ternyata seekor ayam penakut."Dia turun dari kereta dengan langkah tegap. Jubah kebesarannya berkibar tertiup angin, dan di belakangnya, dua baris pengawal pribadi mengikuti dengan setia. Liu Meiling tersenyum puas melihat ayahnya turun tangan."Ayah akan menghancurkan mereka," bisiknya pada Wang Xue dan Li Wei. "Tidak a
Last Updated : 2026-08-13 Read more