"Kipli?!" sebuah suara pekikan melengking akhirnya memecah keheningan di antara kami. Risa melangkah maju dengan wajah yang dipenuhi rasa syok."Wah, wah, wah! Lihat siapa yang datang ke acara amal!" seru David dengan suara sengaja dikeraskan, memancing perhatian tamu di sekitar mereka. "Kipli si ojek pangkalan! Hebat banget lu ya, sekarang dapat orderan sampai ke hotel bintang lima?"Aku mencoba menarik napas dalam-dalam, mengepalkan kedua tanganku di dalam saku jaket bulukku. "Gua di sini kerja, Vid. Bukan mau ribut," jawabku sekuat tenaga mencoba bersikap tenang.Risa melangkah mendekat, menggandeng lengan David dengan gaya yang sombong. "Kerja? Kerja jadi apa, Kipli? Jadi tukang bersih-bersih piring di belakang? Kok jaketnya masih dekil begitu sih? Nggak malu apa dilihat orang-orang kaya di sini?""Risa, jaga omongan kamu," desisku, amarah mulai merayap naik ke dadaku."Kenapa? Tersinggung?" David tertawa terbahak-bahak, lalu menepuk pundakku dengan kasar. "Gua tanya nih, lu masih
Last Updated : 2026-05-31 Read more