"Masalah industri hiburan sebelah maksudnya gimana, Mbak?" tanyaku bingung, buru-buru membetulkan posisi kaus putihku yang agak berantakan.Diva mendengus, melangkah menuju meja bar sambil melipat tangan. "Temanku, Kanya. Kamu tahu dia, kan? Idol K-Pop lokal yang wajahnya dipajang di mana-mana itu.""Oh, Kanya yang penyanyi itu? Tahu, Mbak. Anak pangkalan ojek saya sering dengerin lagunya," sahutku polos.Sora tiba-tiba ikut menyela, wajah liciknya menghilang berganti ekspresi cemas. "Mbak Kanya sedang diperas oleh agensi lamanya yang korup, Mas. Mereka menuntut potongan lima puluh persen dari seluruh pendapatannya.""Lima puluh persen?! Gila, itu mah namanya ngerampok!" pekikku tidak percaya."Bukan cuma itu, Kipli," sambung Diva, matanya menatap tajam dari balik kacamata baca. "Manajernya, Ciska, barusan meneleponku. Agensi itu mengancam akan menyebarkan foto-foto pribadi Kanya yang memalukan kalau mereka tidak menyerahkan uangnya malam ini juga di sebuah gudang tua."Aku menelan lu
Last Updated : 2026-06-02 Read more